23 sept 2008
Sekali lagi aku dipaksa
untuk mengeja kata perpisahan hari ini.
Pada setangkup roti pelengkap pagi
berisi mayonnaise, telur serta pedih
perpisahan meyusup bagai berita kriminal di surat kabar
keji, tapi terlanjur dicermati.
Di beranda rumahku, kau membawa nampan
berisi sesendok garam
“Tinggal diaduk,” katamu,